Garut (ANTARA News)
- Polisi menembak kaki kiri seorang anggota geng motor "XTC" yang
mencoba melarikan diri ketika mencuri sebuah sepeda motor Suzuki Smash
yang diparkir depan rumah warga Kampung Datar, Desa Padaasih, Kecamatan
Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Kita terpaksa menembak pelaku yang berusaha melarikan diri saat
akan diamankan petugas," kata Kepala Sektor Pasirwangi AKP Supian BJ
saat menggelar jumpa pers di Markas Polres Garut, Senin.
Selain
menangkap BE (20), warga Kecamatan Pasirwangi, polisi juga menangkap dua
rekannya, AF (18) dan RH (20), warga Kecamatan Banyuresmi, Garut, yang
terlibat aksi pencurian sepeda motor.
Ketiga pelaku tersebut mengaku sebagai anggota berandalan bermotor
"XTC" dan memiliki bukti identitas diri sebagai anggota, yakni tatto
dijari tangannya yang bertuliskan "SEXY ROAD".
"Pelaku yang kita tembak itu mengaku sebagai anggota XTC, satu
orang yang kita tembak kakinya ada tatto di badan dan jarinya dengan
tulisan yang katanya ciri anggota XTC," jelas Supian.
Awal penangkapan ketiga pelaku itu, kata Supian, bermula ketika si
pemilik motor, Deni Hermansyah (25), memergoki pelaku membawa kabur
sepeda motor miliknya, Minggu (6/5) sore.
Salah seorang pelaku yakni BE terjatuh dari sepeda motornya,
sementara dua pelaku lainnya berhasil kabur dengan mengendarai sepeda
motor milik korban.
Aparat kepolisian yang kebetulan melintas di lokasi kejadian,
berusaha mengamankan BE dari amukan massa, tetapi pelaku berusaha
melarikan diri sehingga polisi terpaksa menambak kaki kirinya.
Berdasarkan informasi dari BE, polisi langsung melakukan pengejaran
terhadap dua pelaku lainnya dan berhasil ditangkap di daerah
Banyuresmi, Minggu sekitar pukul 22.00 WIB, berikut barang bukti sepeda
motor hasil curian.
"Ketika kami mengintai pelaku di tempat berkumpulnya, tiba-tiba
datang dua orang yang sedang kami incar pakai sepeda motor curiannya
tadi, saat itu langsung kami tangkap," terang Supian.
Akibat perbuatannya itu ketiga pelaku mendekam dalam penjara markas
Polres Garut untuk pemeriksaan hukum dan pengembangan lebih lanjut
terkait aksi berandalan bermotor yang sudah meresahkan masyarakat Garut.
No comments:
Post a Comment