Polisi masih menyelidiki kasus penembakan yang
dilakukan pengemudi Yaris di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat. Namun hingga
kini belum diketahui secara pasti apakah dua tentara yang menjadi korban
penembakan adalah bagian dari geng motor yang mengenakan pita kuning.
Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan
polisi belum bisa meminta keterangan kedua korban karena masih dirawat
di rumah sakit. »Keterangan baru kami peroleh dari masyarakat di lokasi
kejadian,” kata Rikwanto., Senin 16 April 2012
Kasus
penembakan ini terjadi pada 13 April lalu. Segerombolan pemuda melakukan
konvoi sepeda motor. Mereka menandai diri dengan pita kuning. Di Jalan
Pramuka, gerombolan itu terlibat perselisihan dengan pengemudi Toyota
Yaris. Sang pengemudi mengeluarkan senjata dan melepaskan tembakan ke
arah gerombolan »pita kuning”.
Kelasi Sugeng
Riyadi, anggota TNI AL, dan Prajurit Dua Akbar Fidi Aldian, anggota TNI
AD, menjadi korban. Namun polisi tidak mau gegabah dalam menyimpulkan
kedua prajurit TNI itu bagian dari kelompok pita kuning. "Kami masih
anggap mereka korban penembakan," ujar Rikwanto.
Menurut
Rikwanto, identitas pengemudi Yaris juga masih gelap. Keterangan para
saksi belum bisa menuntun penyidik dalam menemukan pelaku. Selain itu,
proyektil yang diduga masih bersarang di tubuh Prada Akbar belum bisa
diteliti. »Dari peluru itu kami bisa lacak, apakah berasal dari senjata
aparat atau bukan," katanya.
Kepala Dinas Penerangan TNI
AL Laksamana Pertama Untung Suropati mengatakan Sugeng Riyadi tercatat
sebagai anggota Lembaga Farmasi TNI Angkatan Laut. Kesehatannya saat ini
relatif sudah membaik. Namun Sugeng belum bisa diajak berbicara karena
tingkat kesadarannya masih minim. "Dia dalam karantina," kata Untung.
Wednesday, October 3, 2012
Anggota geng motor XTC ditembak
Garut (ANTARA News)
- Polisi menembak kaki kiri seorang anggota geng motor "XTC" yang
mencoba melarikan diri ketika mencuri sebuah sepeda motor Suzuki Smash
yang diparkir depan rumah warga Kampung Datar, Desa Padaasih, Kecamatan
Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Kita terpaksa menembak pelaku yang berusaha melarikan diri saat akan diamankan petugas," kata Kepala Sektor Pasirwangi AKP Supian BJ saat menggelar jumpa pers di Markas Polres Garut, Senin.
Selain menangkap BE (20), warga Kecamatan Pasirwangi, polisi juga menangkap dua rekannya, AF (18) dan RH (20), warga Kecamatan Banyuresmi, Garut, yang terlibat aksi pencurian sepeda motor.
Ketiga pelaku tersebut mengaku sebagai anggota berandalan bermotor "XTC" dan memiliki bukti identitas diri sebagai anggota, yakni tatto dijari tangannya yang bertuliskan "SEXY ROAD".
"Pelaku yang kita tembak itu mengaku sebagai anggota XTC, satu orang yang kita tembak kakinya ada tatto di badan dan jarinya dengan tulisan yang katanya ciri anggota XTC," jelas Supian.
Awal penangkapan ketiga pelaku itu, kata Supian, bermula ketika si pemilik motor, Deni Hermansyah (25), memergoki pelaku membawa kabur sepeda motor miliknya, Minggu (6/5) sore.
Salah seorang pelaku yakni BE terjatuh dari sepeda motornya, sementara dua pelaku lainnya berhasil kabur dengan mengendarai sepeda motor milik korban.
Aparat kepolisian yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, berusaha mengamankan BE dari amukan massa, tetapi pelaku berusaha melarikan diri sehingga polisi terpaksa menambak kaki kirinya.
Berdasarkan informasi dari BE, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya dan berhasil ditangkap di daerah Banyuresmi, Minggu sekitar pukul 22.00 WIB, berikut barang bukti sepeda motor hasil curian.
"Ketika kami mengintai pelaku di tempat berkumpulnya, tiba-tiba datang dua orang yang sedang kami incar pakai sepeda motor curiannya tadi, saat itu langsung kami tangkap," terang Supian.
Akibat perbuatannya itu ketiga pelaku mendekam dalam penjara markas Polres Garut untuk pemeriksaan hukum dan pengembangan lebih lanjut terkait aksi berandalan bermotor yang sudah meresahkan masyarakat Garut.
"Kita terpaksa menembak pelaku yang berusaha melarikan diri saat akan diamankan petugas," kata Kepala Sektor Pasirwangi AKP Supian BJ saat menggelar jumpa pers di Markas Polres Garut, Senin.
Selain menangkap BE (20), warga Kecamatan Pasirwangi, polisi juga menangkap dua rekannya, AF (18) dan RH (20), warga Kecamatan Banyuresmi, Garut, yang terlibat aksi pencurian sepeda motor.
Ketiga pelaku tersebut mengaku sebagai anggota berandalan bermotor "XTC" dan memiliki bukti identitas diri sebagai anggota, yakni tatto dijari tangannya yang bertuliskan "SEXY ROAD".
"Pelaku yang kita tembak itu mengaku sebagai anggota XTC, satu orang yang kita tembak kakinya ada tatto di badan dan jarinya dengan tulisan yang katanya ciri anggota XTC," jelas Supian.
Awal penangkapan ketiga pelaku itu, kata Supian, bermula ketika si pemilik motor, Deni Hermansyah (25), memergoki pelaku membawa kabur sepeda motor miliknya, Minggu (6/5) sore.
Salah seorang pelaku yakni BE terjatuh dari sepeda motornya, sementara dua pelaku lainnya berhasil kabur dengan mengendarai sepeda motor milik korban.
Aparat kepolisian yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, berusaha mengamankan BE dari amukan massa, tetapi pelaku berusaha melarikan diri sehingga polisi terpaksa menambak kaki kirinya.
Berdasarkan informasi dari BE, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya dan berhasil ditangkap di daerah Banyuresmi, Minggu sekitar pukul 22.00 WIB, berikut barang bukti sepeda motor hasil curian.
"Ketika kami mengintai pelaku di tempat berkumpulnya, tiba-tiba datang dua orang yang sedang kami incar pakai sepeda motor curiannya tadi, saat itu langsung kami tangkap," terang Supian.
Akibat perbuatannya itu ketiga pelaku mendekam dalam penjara markas Polres Garut untuk pemeriksaan hukum dan pengembangan lebih lanjut terkait aksi berandalan bermotor yang sudah meresahkan masyarakat Garut.
Ini Geng Motor Paling Ditakuti di Jakarta-Bandung
Geng motor tengah menjadi sorotan akhir-akhir ini. Pengeroyokan yang
melibatkan kelompok pengendara motor dan oknum tentara terjadi hampir
tiga pekan terakhir. Polisi dan militer sampai harus menggelar operasi
khusus bagi pengendara motor. Data Indonesia Police Watch mengungkapkan
setiap tahun lebih dari 60 orang tewas karena ulah geng motor. Sebanyak
65 orang tewas pada tahun lalu akibat geng motor.
Berita tentang geng motor membuat kita teringat langkah yang diambil Kepolisian Bandung. Pada Desember 2010, saking merepotkan, empat geng besar: XTC, Brigezz, GBR, dan Moonraker dibubarkan Kepolisian Resor Bandung. Keempat kelompok ini membubarkan diri dalam sebuah deklarasi di Lapangan Tegallega, Bandung. Mereka berubah menjadi organisasi kemasyarakatan dan klub otomotif resmi. Namun, ceritanya berubah di lapangan. XTC, geng terbesar, masih sulit dibubarkan. Pada Mei 2011, anggota XTC ditangkap karena menyerang dan merusak di Bogor.
Dari sekian banyak geng motor Jakarta dan Bandung, ada beberapa kelompok yang paling ditakuti.
Y-GEN atau Young Generation
Geng ini memiliki slogan “Don’t Make Us Angry”. Geng ini berdiri sejak tahun 1990-an di Jakarta. Para pengguna motor bercerita di milis-milis bahwa Y-Gen tidak ubahnya kelompok begal motor. Biasanya mereka konvoi sebanyak puluhan hingga ratusan motor setelah lewat jam 12 malam. Konvoi dimulai dari sekitar markas Y-Gen di daerah Tanjung Priok, dilanjutkan ke Sunter Mall, Kemayoran, Yos Sudarso, Senayan, Sudirman, Kuningan, Menteng, Senen, Pramuka, kemudian kembali ke Priok. Konvoi Y-Gen biasanya juga masuk Tol Plumpang. Banyak cerita, jika Y-Gen konvoi lebih baik menghindar. Ketika iring-iringan Y-Gen berpapasan dengan motor lain, motor langsung diambil paksa.
Geng motor Y-Gen punya beberapa ciri yang khas. Mereka biasanya konvoi tidak safety riding alias konvoi tanpa pakai helm dan spion serta mematikan lampu. Usia anggota Y-Gen rata-rata ABG, sekitar SMP-SMA. Motor anggota geng beda dengan klub motor. Y-Gen mengendarai bermacam merek. Namun, mesin sudah ditrondol dengan suara knalpot racing. Jika sedang konvoi, kelompok ini tidak takut pada polisi. Beberapa komunitas biker mempunyai pengalaman melihat kawanan geng Y-Gen merampok pengendara mobil yang sedang parkir. Namun, polisi tidak bisa mencegahnya.
PACINKO
Pacinko tenar dengan sebutan Pasukan Cina Kota. Kebanyakan anggota geng ini adalah anak keturunan Tionghoa. Pacinko didirikan oleh Johny Indo. Pada era 70-80-an, Pacinko ditakuti geng-geng motor. Anggota Pacinko sekarang sudah uzur. Namun, Pacinko telah melahirkan geng-geng motor lain. Sebut saja Gamshi atau Gabungan Anak Muda Berprestasi yang jago ngetrek, MGZT (Mangga Besar Anak Ibliz), Hanoman, Aligator, dan Green Eagle. Dari sejumlah geng bentukan Pacinko, hanya Wild Boys yang berbeda. Sebagian besar anggotanya bukan keturunan Tionghoa.
Geng bentukan Pacinko biasanya bermusuhan dengan Y-GEN. Ada juga NSR (Night Sons Racing) yang berkawan dengan Y-GEN. NSR sering konvoi dengan Y-GEN keliling Jakarta. Satu saran bila berpapasan dengan Pacinko: menghindar.
XTC (Exalt to Coitus)
Exalt to Coitus artinya kurang lebih ''menyenangi segala sesuatu tentang seks''. Namun, sekarang berganti menjadi Exalt to Creativity. XTC dibentuk pada 1987 oleh tujuh orang siswa SMA swasta Bandung. Lambang XTC, lebah membawa samurai. Semboyan XTC: "Loe asik gw santai, loe usik gw bantai." Anggota XTC sekitar 5 ribu di Jawa Barat dengan pusat di Bandung.
Untuk menjadi anggota XTC, calon anggota harus mengikuti penggojlogan di Lembang. Biasanya calon akan diuji ketahanan fisik seperti ditendang, diinjak, dan dipukul. Selanjutnya diadakan tes mengendarai motor ke rumah tanpa rem. Kegiatan lainnya konvoi, adu balap, dan kriminal, seperti penodongan.
Brigezz
Dibentuk pada 1980-an oleh siswa SMA 7 Bandung dengan singkatan Brigadir Seven. Lama-kelamaan, anggota dan kekuasaan daerah Brigezz semakin luas. Pada 1999, nama geng berubah menjadi Brigadir Gestapu. Awal mula Brigess hanya adu balap liar, tetapi berubah menjadi tindakan kriminal. Brigezz menguasai Jalan Lengkong Besar dan Kecil, lalu Sudirman. Untuk menjadi anggota, calon wajib memiliki ketrampilan bermotor. Calon juga diuji dengan aksi mengundang bahaya dan meminum darah.
Polisi pernah menemukan dokumen tentang doktrin angota Brigezz. Ada tiga doktrin, yaitu musuhi polisi, lawan orang tua, dan berlaku jahat di tengah malam.
GBR (Grab on Road)
GBR juga lahir pada tahun 1989 di SMPN 2 Bandung. Kelompok yang anggotanya mayoritas anak SMP ini mengidentifikasikan diri dengan segala sesuatu yang berbau Jerman. Mereka mengusung bendera berwarna merah-kuning-hitam.
Graber, begitu mereka menyebut dirinya, menguasai sepanjang Jalan Sunda, Sumatera dan sekitarnya. Anggotanya tidak sebanyak XTC dan Brigezz, tetapi ditakuti dan sulit ditaklukkan. Tahun 2005 pernah salah satu markas GBR di Margahayu akan diserang XTC, ditunggu-tunggu XTC tidak kunjung datang, anak-anak GBR langsung yang menyerang markas XTC.
M2R (Moonraker)
Geng ini didirikan pada 1978 oleh siswa SMA di Jalan Dago. Moonraker berasal dari film James Bond kala itu. Lambang Moonraker berupa bendera merah putih biru dan gambar kelelawar. Dari segi jumlah, Moonraker ada di bawah Brigezz. Anggota Moonraker menguasai daerah Dago dan Dipatiukur.
Syarat untuk menjadi anggota Moonraker hampir sama dengan geng lain, di antaranya harus bisa mengendarai motor dari Lembang tanpa rem. Selain itu, anggota baru juga harus berkelahi dengan senior. Dalam organisasinya terdapat jabatan panglima perang yang mengatur ketika terjadi perang antar-geng atau perebutan wilayah.
Perilaku kriminal Moonraker terakhir yang menonjol terjadi sewaktu belasan anggotanya menyerang Geng XTC. Satu anggota tewas dengan badan penuh tusukan pada Desember 2011.
Berita tentang geng motor membuat kita teringat langkah yang diambil Kepolisian Bandung. Pada Desember 2010, saking merepotkan, empat geng besar: XTC, Brigezz, GBR, dan Moonraker dibubarkan Kepolisian Resor Bandung. Keempat kelompok ini membubarkan diri dalam sebuah deklarasi di Lapangan Tegallega, Bandung. Mereka berubah menjadi organisasi kemasyarakatan dan klub otomotif resmi. Namun, ceritanya berubah di lapangan. XTC, geng terbesar, masih sulit dibubarkan. Pada Mei 2011, anggota XTC ditangkap karena menyerang dan merusak di Bogor.
Dari sekian banyak geng motor Jakarta dan Bandung, ada beberapa kelompok yang paling ditakuti.
Y-GEN atau Young Generation
Geng ini memiliki slogan “Don’t Make Us Angry”. Geng ini berdiri sejak tahun 1990-an di Jakarta. Para pengguna motor bercerita di milis-milis bahwa Y-Gen tidak ubahnya kelompok begal motor. Biasanya mereka konvoi sebanyak puluhan hingga ratusan motor setelah lewat jam 12 malam. Konvoi dimulai dari sekitar markas Y-Gen di daerah Tanjung Priok, dilanjutkan ke Sunter Mall, Kemayoran, Yos Sudarso, Senayan, Sudirman, Kuningan, Menteng, Senen, Pramuka, kemudian kembali ke Priok. Konvoi Y-Gen biasanya juga masuk Tol Plumpang. Banyak cerita, jika Y-Gen konvoi lebih baik menghindar. Ketika iring-iringan Y-Gen berpapasan dengan motor lain, motor langsung diambil paksa.
Geng motor Y-Gen punya beberapa ciri yang khas. Mereka biasanya konvoi tidak safety riding alias konvoi tanpa pakai helm dan spion serta mematikan lampu. Usia anggota Y-Gen rata-rata ABG, sekitar SMP-SMA. Motor anggota geng beda dengan klub motor. Y-Gen mengendarai bermacam merek. Namun, mesin sudah ditrondol dengan suara knalpot racing. Jika sedang konvoi, kelompok ini tidak takut pada polisi. Beberapa komunitas biker mempunyai pengalaman melihat kawanan geng Y-Gen merampok pengendara mobil yang sedang parkir. Namun, polisi tidak bisa mencegahnya.
PACINKO
Pacinko tenar dengan sebutan Pasukan Cina Kota. Kebanyakan anggota geng ini adalah anak keturunan Tionghoa. Pacinko didirikan oleh Johny Indo. Pada era 70-80-an, Pacinko ditakuti geng-geng motor. Anggota Pacinko sekarang sudah uzur. Namun, Pacinko telah melahirkan geng-geng motor lain. Sebut saja Gamshi atau Gabungan Anak Muda Berprestasi yang jago ngetrek, MGZT (Mangga Besar Anak Ibliz), Hanoman, Aligator, dan Green Eagle. Dari sejumlah geng bentukan Pacinko, hanya Wild Boys yang berbeda. Sebagian besar anggotanya bukan keturunan Tionghoa.
Geng bentukan Pacinko biasanya bermusuhan dengan Y-GEN. Ada juga NSR (Night Sons Racing) yang berkawan dengan Y-GEN. NSR sering konvoi dengan Y-GEN keliling Jakarta. Satu saran bila berpapasan dengan Pacinko: menghindar.
XTC (Exalt to Coitus)
Exalt to Coitus artinya kurang lebih ''menyenangi segala sesuatu tentang seks''. Namun, sekarang berganti menjadi Exalt to Creativity. XTC dibentuk pada 1987 oleh tujuh orang siswa SMA swasta Bandung. Lambang XTC, lebah membawa samurai. Semboyan XTC: "Loe asik gw santai, loe usik gw bantai." Anggota XTC sekitar 5 ribu di Jawa Barat dengan pusat di Bandung.
Untuk menjadi anggota XTC, calon anggota harus mengikuti penggojlogan di Lembang. Biasanya calon akan diuji ketahanan fisik seperti ditendang, diinjak, dan dipukul. Selanjutnya diadakan tes mengendarai motor ke rumah tanpa rem. Kegiatan lainnya konvoi, adu balap, dan kriminal, seperti penodongan.
Brigezz
Dibentuk pada 1980-an oleh siswa SMA 7 Bandung dengan singkatan Brigadir Seven. Lama-kelamaan, anggota dan kekuasaan daerah Brigezz semakin luas. Pada 1999, nama geng berubah menjadi Brigadir Gestapu. Awal mula Brigess hanya adu balap liar, tetapi berubah menjadi tindakan kriminal. Brigezz menguasai Jalan Lengkong Besar dan Kecil, lalu Sudirman. Untuk menjadi anggota, calon wajib memiliki ketrampilan bermotor. Calon juga diuji dengan aksi mengundang bahaya dan meminum darah.
Polisi pernah menemukan dokumen tentang doktrin angota Brigezz. Ada tiga doktrin, yaitu musuhi polisi, lawan orang tua, dan berlaku jahat di tengah malam.
GBR (Grab on Road)
GBR juga lahir pada tahun 1989 di SMPN 2 Bandung. Kelompok yang anggotanya mayoritas anak SMP ini mengidentifikasikan diri dengan segala sesuatu yang berbau Jerman. Mereka mengusung bendera berwarna merah-kuning-hitam.
Graber, begitu mereka menyebut dirinya, menguasai sepanjang Jalan Sunda, Sumatera dan sekitarnya. Anggotanya tidak sebanyak XTC dan Brigezz, tetapi ditakuti dan sulit ditaklukkan. Tahun 2005 pernah salah satu markas GBR di Margahayu akan diserang XTC, ditunggu-tunggu XTC tidak kunjung datang, anak-anak GBR langsung yang menyerang markas XTC.
M2R (Moonraker)
Geng ini didirikan pada 1978 oleh siswa SMA di Jalan Dago. Moonraker berasal dari film James Bond kala itu. Lambang Moonraker berupa bendera merah putih biru dan gambar kelelawar. Dari segi jumlah, Moonraker ada di bawah Brigezz. Anggota Moonraker menguasai daerah Dago dan Dipatiukur.
Syarat untuk menjadi anggota Moonraker hampir sama dengan geng lain, di antaranya harus bisa mengendarai motor dari Lembang tanpa rem. Selain itu, anggota baru juga harus berkelahi dengan senior. Dalam organisasinya terdapat jabatan panglima perang yang mengatur ketika terjadi perang antar-geng atau perebutan wilayah.
Perilaku kriminal Moonraker terakhir yang menonjol terjadi sewaktu belasan anggotanya menyerang Geng XTC. Satu anggota tewas dengan badan penuh tusukan pada Desember 2011.
Ketua Geng Motor XTC Ditangkap
Aji Galon diringkus anggota Unit Reskrim Polsekta Tawang di rumahnya,
Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Ahad (1/7). Ketua Geng Motor XTC ini
merupakan tersangka utama pembacokan dengan samurai terhadap Agung
hingga luka parah beberapa hari lalu.
Saat ditangkap, keluarga tersangka terkejut dan tak menyangka jika anaknya melakukan tindakan brutal. Polisi yang dibantu warga juga menemukan samurai yang digunakan Aji untuk menganiaya korban. Samurai itu sebelumnya sempat dibuang di sebuah sungai tidak jauh dari rumah tersangka.
Sementara itu, Agung hingga kini masih terbaring lemas di sofa rumahnya, Jalan Nyantong, Kota Tasikmalaya, dengan luka di tangan kanan. Penganiayaan berawal ketika korban bersama temannya menggunakan sepeda motor melewati Jalan Cikalang Desa. Tiba-tiba, muncul sekitar tujuh sepeda motor berboncengan dan langsung menghadang korban. Tersangka Aji langsung menyabetkan samurainya hingga mengenai tangan kanan Agung.(BOG)
Saat ditangkap, keluarga tersangka terkejut dan tak menyangka jika anaknya melakukan tindakan brutal. Polisi yang dibantu warga juga menemukan samurai yang digunakan Aji untuk menganiaya korban. Samurai itu sebelumnya sempat dibuang di sebuah sungai tidak jauh dari rumah tersangka.
Sementara itu, Agung hingga kini masih terbaring lemas di sofa rumahnya, Jalan Nyantong, Kota Tasikmalaya, dengan luka di tangan kanan. Penganiayaan berawal ketika korban bersama temannya menggunakan sepeda motor melewati Jalan Cikalang Desa. Tiba-tiba, muncul sekitar tujuh sepeda motor berboncengan dan langsung menghadang korban. Tersangka Aji langsung menyabetkan samurainya hingga mengenai tangan kanan Agung.(BOG)
Subscribe to:
Posts (Atom)